Pages

Friday, June 22, 2007

Saatnya untuk pergi


Tak pernah kuduga aku mesti meninggalkan rumah yg kami beli 2 tahun lalu. Sungguh aku mulai terbiasa dengannya, ramai anak2 pulang sekolah di depan rumah, ramai penjaja makanan, teriakan tukang sayur dan sesekali ribut2 kecil tetangga sebelah.

Ah, aku sangat merindukannya... rumah yg sengaja disampingnya diberi pasir supaya anak2ku bisa main pasir dan pot2 bunga yg lebih sering berganti2 bunga karena mati. Rumah yg nyaris tanpa perabot kecuali tempat tidur dan almari supaya anak2 bisa puas main sepeda alasanku... padahal gak punya dana buat beli furniture ha2
Tapi sebetulnya yg lebih aku rindukan disana aku punya banyak orang untuk sekedar berbagi cerita suka dan duka... sedang sekarang aku seperti terasing. Dulu ada 2 orang yg senantiasa membantuku membereskan rumah... sungguh aku sangat berterima kasih pada mereka membantu mengasuh anak2ku disaat aku tenggelam rutinitas kerja yg menyita waktu.

SAtu lagi dulu setiap ada hari libur yg berturut2 orang tuaku pasti akan menyempatkan ke jakarta untuk sekedar bermain dengan cucu2nya... tapi sekarang hanya sebatas suara lewat telepon saja. Sungguh aku sangat rindu kedua orang tua yg kucinta.Teman2 sekerja yg selalu memberi warna di hari2ku dengan semua informasi2 baru, support, cerita2 lucu. Mahasiswa2 yg bandel2 tapi cukup menghibur apabila aku tahu mereka bisa menerima penjelasanku.

Semuanya kini hanya tinggal dalam kenangan... kadang terasa pedih bagiku. Betapa rindunya aku... Miss you all my home sweet home, bapak dan ibu, adik2ku, teman2ku, mbak2.






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...