Pages

Monday, January 30, 2012

Please don't judge us!

Memiliki pekerjaan yang masih dipandang sebelah mata, bahkan menurut negara pun pekerjaan sebagai trader tidak diakui (keluh teman seprofesi) menyebabkan aku terkadang menangis tertekan. Tidak hanya teman yang baru kukenal, tapi juga sahabat yang pernah dekat dalam kehidupanku pun tega menyebut pekerjaanku tak bedanya sepertu seorang gambler. Nyaris hampir beberapa bulan aku menutup diri, hingga akhirnya kutemukan pembimbing2 yang luar biasa seperti Desmond Wira, Santo Vibby, yg bukunya banyak terpajang di area buku finansial dan investasi di gramedia. Berinteraksi dengan coach, guru atau mentor secara elompok maupun pribadi kembali meningkatkan percaya diriku.

Kami bukan gambler.... kami membeli dan menjual saham berdasarkan perhitungan technical analiysis dg tools yang berjibun disamping melakukan analisa laporan keuangan. Bukan hanya itu saja, analisa industri, corporate action tak lepas dari pantauan mata dan telinga paara trader. Selain dari kondisi pasar regional, kami juga merefer pasar internsional, perkembangan kenaikan harga komoditi, nilai tukar mata uang dan massih banyak lagi. Jangan dibilang saya beli/jual merugikan trader lain, karena kami para trader kelas teri atau plankton justru saling sharing, berbagi clue, informasi, mencocokkan perhitungan kami, karena siapa tau kami keliru. Sama dengan bentuk bisnis MLM kami mengatakan bahwa sesama trader adalah family, tidak ada persaingan diantara trader2 retail.

Seberapa besar kerugian yg diderita trader. Itu lebih ke level psikologis diri pribadi, dengan money management yang ketat. Sama seperi jual beli barang lainnya ada kalanya ada suatu barang yang sangat diminati sehingga permintaan menjadi besar dan harga menjadi tinggi. Jadi apa bila kita jual beli barang tidak pakai utang dan membeli dengan cara yg benar, maka seandainya saat ini rugi kita hanya perlu memperpanjang time frame kita memegang saham kita. sebagai contoh di awal tahun 2011 kita membeli saham indofood seharga Rp 5300, kemudian dia jatuh hingga rp 4500,- aabila anda merasa perush masih bagus bisa dihold sampai menjelang hari raya, saat itu harganya memecah angka tertingginya di atas Rp 6000,-.

Please buat siapa saja yang tidak memahami mekanisme sesungguhnya pasar modal, jangan judge kami yang bukan2. Setiap hari kami bekerja jg penuh dengan pertimbangan, bukan selayaknya melempar dadu. Sungguh untuk menjadi berhasil kami belajar membaca puluhan buku, belajar melalui mentor, diskusi, melatih melihat chart dan itu juga sama dengen pekerjaan lai membutuhkan energi, pikiran yang cukup melelahkan. Sesungguhnya banyak tulisan yg juga dimuat di koran, penulisnya sendiri tidak tahu sama sekali mekanisme yang sesunggunya dan hanya megatakan itu "JUDI"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...