Pages

Thursday, June 20, 2013

Cinta setulus hati

Sebentar lagi lebaran, ritual mudik lebaran bakal menjadi salah satu yang ditunggu jutaan masyarakat Indonesia. Sungguh buat beberapa orang mudik lebaran menjadi pengobat rindu buat adik kakak sekandung, orang tua, kerabat dan handai taulan. Tapi tidak buatmu, aku tau setiap kali ritual mudik tiba, wajahmu menjadi sangat keruh, tidak bersemangat, bahkan jatuh sakit.

"Aku anak tunggal dari lima bersaudara, aku tidak memiliki apa yang kau punya. Harapan indah bertemu adik kakak, berbagi hadiah, berbagi semangat, dan bercerita tertawa-tawa menertawakan kenakalan masa kecil kalian. Sambutan dan pelukan penuh kerinduan dari orang tua, serta petuah-petuah bijak tiada henti menyiram kembali hati-hati yang beku. Aku anak tunggal dari lima bersaudara, tidak ada sambutan rindu dari  kakak adik layaknya saudara yang lama tak berjumpa. Hanya sebatas kedengkian dan satu darah yang mengikat kami. Aku tak akan menemukan petuah bijak orang tua, karena hanya sebongkah keluhan yang tiada habisnya." kata-kata sarat kepedihan selalu mengalun bak melodi putus asamu.


Aku hanya bisa menggenggam erat tanganmu, tanpa bisa merubah keadaan, carut marutnya keluargamu karena ketiadaan cinta. Aku prihatin karena semua memilih mencintai dirinya sendiri dan tiada satupun mau mengulurkan tangan berkorban dengan orang lain. Aku tahu kamu lelah, karena akupun yg berusaha membantumu juga merasa lelah. Seperti nasi yang sudah menjadi bubur, seberapa banyak beras yg kita tambahkan tidak akan dia menjadi nasi.
"Bersemangatlah, kamu tak inginkan kisah sedihmu berulang kembali, ayo saatnya bangkit, ada banyak pekerjaan menanti kita, menanamkan perasaan cinta ke generasi penerus kita nantinya, " kataku membuyarkan lamunannya.

****

Anak-anakku.... aku ibumu, aku ingin engkau bernasib sepertiku. Nenek kalian mengajarkan ibu untuk menyayangi adik2 ibu, paman dan tantemu. Oleh karenanya sayangilah saudaramu, bila engkau berselisih paham, janganlah engkau berdendam. Ingatlah saat kalian masih kecil, ketika berantem sebentar kemudian kalian lupa.
Dua pasang binar mata kecil itu mengangguk2 dan berkata, "benar bu, aku sering marah ke adik, tapi aku merasa sepi dan aku merindukan bermain kembali bersamanya." Sang adik dengan cepat bilang "I love you kakak"
Kupeluk mereka berdua, dan lirih ku berkata "Begitulah seharusnya sayang, jadilah saudara yg saling memaafkan, merindukan dan mencintai."
"Mudik nanti kita berkunjung ke rumah paman dan tante ya bu, kangen dengan adik-adik sepupu."
Aku mengangguk dengan mantap, "Sayangi juga mereka anak2ku, mereka saudaramu. Apabila ada kesusahan janganlah engkau berat mengulurkan tanganmu. Sungguh mulia akhlak manusia yang mencintai saudara-saudaranya setulus hati. Janganlah engkau berpikir dua kali untuk menolong apabila mereka benar2 memerlukan, dan janganlah pula engkau membebani mereka apabila engkau tidak benar2 dalam kondisi yang darurat."

****
Langit mulai berwarna jingga, anak-anakku terlihat sumringah walau seharian sibuk melayani sepupunya yang masih kecil-kecil. Kulihat mereka sangat sabar melayani adik-adiknya, menghiburnya saat menangis, dan berusaha mengalihkan perhatian ketika adik-adik kecilnya mulai berebut mainan. Sesekali anak-anakku menawarkan makanan atau minuman dan disambut dengan gembira. Banyak tawa membahana disertai jeritan-jeritan kecil memenuhi ruangan. Hanya ada satu aura disitu.... Bahagia..bahagia karena cinta.



Sesaat lamunanku melayang ke percakapan kita, saat engkau mendefinsikan cinta orang tua kepada anaknya menurut versimu. "Aku merindukan ibuku menyambutku dengan gembira saat aku pulang, dan menunjukkan wajah rindu kepadaku. Kemudian ada waktu untukku menerima petuah-petuah bijak khas orang tua lainnya, berdiskusi denganku, mendengarkan apa yang kuinginkan. Aku ingin beliau memompakan semangat kepadaku agar aku selalu tegar menghadapi kerasnya beban hidup di usiaku kini. Aku ingin beliau jadi sahabatku dengan cinta yang tak terbatas" desismu parau. Ya, aku tau dari ceritamu bahwa orang tuamu hanya membahas masalah uang dan uang saja, dengan sejuta keluhan saat kau tiba. bahkan tak ada jeda untukmu bisa sedikit melapangkan dada di kampung halaman.

Namun dibalik kisah pedihmu aku mendapatkan pelajaran sangat berharga, aku harus bersyukur karena ibuku, nenek anak-anakku selalu ada untukku, selalu tak jemu memberikan petuah bijaknya padaku. Membuatku sadar betapa berlimpahnya cinta ibu kepadaku yg sudah beranak pinak. Menyadarkanku bahwa rengkuhan nasehat yang bersahabat, dorongan semangat itu adalah bentuk cinta, dan aku berjanji, saat ini, lusa, masa depan, saat umur masih dikandung badan, akan kubagikan selalu cinta setulus hatiku dalam bentuk yang baik, untuk keluargaku, untuk saudara-saudaraku dan untuk sahabat-sahabatku. Jangan pernah mendzalimi dan mengeluarkan kata-kata menyakitkan, karena sesungguhnya kata2 yang baik akan menghadirkan cinta....

Pesanku anak-anakku
Belajar dari anak-anak kecil yang penuh kepolosan
memulai hari dengan senyum nan manis
hati yang bersih, tanpa dendam dan dengki
niscaya lebih mudah untukmu menyemai cinta di hati





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...