Pages

Monday, May 6, 2013

Pembangunan MRT vs Macet



Pasca terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI proyek MRT jadi salah satu proyek yg disebut2 akan dibangun. Akhirnya keputusan keluar juga dab Proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta Tahap I dibuat 15,7 km dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dari Lebak Bulus hingga Bundaran Senayan, jalur MRT dibuat melayang, termasuk di Jalan Fatmawati. Sementara sisanya dari Bundaran Senayan hingga ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibuat jalur bawah tanah. 

Tentunya menyenangkan kalo moda transportasi yang satu itu selesai dibangun, kita bisa lebih cepat mencapai tujuan tanpa bermacet2 ria lagi. Tak sabar pastinya teman-teman di Jakarta bisa menikmati kereta super cepat seperti di Singapore. Tapi kebayang ngga macetnya bagaimana saat pembangunan?


 Ini sharingku yang juga sedang berada di kawasan yg dibangun MRT, negeri jiran, Malaysia. Walaupun sudah ada monorail, LRT dan KTM, kerajaan masih menganggap perlu dibangun MRT, karena meningkatnya jumlah kendaraan membuat kemacetan di mana2. 

Di sini pembangunan MRT sudah mulai 1 tahun lalu, awalnya belumlah terasa dampaknya, karena yg dibersihkan baru kawasan2 hutan2 kota yg direlakan utk dibabat, prihatin, kawasan hijau semakin menipis. 








Foto ini diambil saat minggu pagi jadi jalanan sepi tidak macet, kalo weekdays jangan harap lengang begini ya hihihihi. Minggu pagi selalu di kawasan area tempat tinggal saya memang lengang., mengingat disini toko2 yg bukan di kawasan mall tutup di hari minggu





bisa diintip tuh bagian yg kelihatan warna tanah, itu merupakan hutan bagian atas yg dibersihkan utk jalur MRT.




konstruksi MRT yang cukup memakan tempat, bisa dibayangkan ya kalo ini diletakkan di 
kepadatan kota jakarta. Gara2 pembangunan ini juga banyak saluran mampet, jadi kalau hujan cukup lebat banyak genangan dan mobil berjalan makin lammmmmbaaattttttt.



Nah, baru awal tahun 2013 ini berasa impactnya, karena mulai nih beberapa jalan mulai dilakukan penyempitan guna pembangunan, Daku cuma bisa membayangkan kalo di jakarta dibangun, tak ada lahan kosong pun untuk meletakkan sebagian besar rute MRT jadi mestinya bakal banyak menggunakan jalan2 yang ada.



Seperti yang sudah-sudah kalo ada jalan menyempit, sedangkan volume kendaraan tetap, bakal ada bottle neck yang membuat macet dan frustasi. Jalanan sebelum dibangun MRT hanya menempuh waktu 30 menit saat macet nah ini kalo macet bisa 1.5 jam, kebayang kan ya gimana kaki ngga pegel nginjek gas rem gas rem.
gambar di bawah ini sedikit kelihatan samping kanan merupakan pembatas pembangunan MRT





 Yang paling parah apabila pembangunan MRT melalui jalan2 yang sempit, bener2 mesti sabarrrr banget, karena biasanya mobil ga mau mengalah. Ini salah satu bagian yg menuju penutupan lajur di jalanan sempit, gambarnya kurang jelas, maklum sambil nyetir sambil nyepret pake hp :D 

Kondisi begini ini kalau hujan lebih2 membuat frustasi. Oh ya kalau ini juga mesti harus extra melek dan hati2 karena kendara berat yg digunakan untuk membangun keluar masuk.



Alhamdullilah tempat tinggal agak pinggiran dan dekat moda transportasi LRT, karena MRT hanya dibangun sebagai interconection aja, ga menimpa2 rute mass transportation lain jadinya rada aman . Kawasan kota yang agak sengsara, yg biasanya sudah macet makin parah macetnya.

Nah bisa kebayang kan gimana rasanya kalo jakarta dibangun MRT, jangan pernah kehabisan bensin yak, stock sabar, minum, camilan selalu ada di mobil. Biar ngga frustasi kalo lagi macet. Frustasiiiiiii bener2 kalo macet, pake lama pula, dan karena panjangnya rute MRT ngga seperti jalan layang, macetnya berasa ga habis2. Bagi emak2 yang stir sendiri pake wedges paling enak nih kl kondisi jalan begini, kepegelan kaki bisa dikurangin. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...