Pages

Tuesday, July 3, 2007

Benar atau salah...

Aku tak pernah tau pilihan hidupku benar atau salah... cuma saat sudah menetapkan pilihan mau benar atau mau salah aku tak bisa lagi menarik balik apa yang sudah terjadi.
Semua orang mengalami hal itu... kalau saja waktu bisa ditarik mundur dan mengulanginya dari depan... pasti banyak yg akan menarik mundur waktu dan memperbaiki apa yang salah.

Mungkin itu pelajaran berharga buat siapa saja... berhati2 sebelum mengambil keputusan... apalagi keputusan yg mengubah separuh hidup kita. Jangan cuma pakai model sederhana... mungkin perlu juga pakai model paling rumit. (walah ngomong apa sih...) Tapi memang begitu yg terjadi. Banyak hal-hal yg tak pernah terbayang dalam skenario yg kami rancang saat memutuskan untuk mencoba menjalani hidup di negeri orang.

Dari mulai masalah working time, work load, how to handle kids, school fee, transportation mode... semuanya tak sesuai. Harapanku saat pindah suami punya waktu kerja yg manusiawi 8-9 jam sehari, punya waktu senggang buat anak2 dan lebih khusyuk ibadah, anak2 bisa segera mandiri dan biaya sekolah tak terlalu tinggi. Tapi kenyataan tak seindah harapan... mulai dari working time yg lebih 15 jam sehari (setiap hari cuma 2 jam tidur), beban kerja yg berat tak pernah ada masa break... even sabtu mesti kerja pula. Jangankan mau perhatiin anak buat istirahat aja tak bisa.

Semalam merenung.. perngorbanan untuk meningkatkan 'Quality of Life' ternyata sia2 bukan improvement tp justru make worse life. Berdoa tak lagi khusuk, badan tidak fit, emosi tak terjaga. Semuanya berimbas kemana2. Ini benar2 cabaran hidup... kita masih tak tau lagi darimana memulai untuk memperbaiki semuanya....

pulang tanpa pekerjaan? Tidak mungkin... terus disini sama saja. ya Allah tolong berikan jalan keluar yg terbaik bagi keluarga kami.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...