Pages

Wednesday, September 25, 2013

Investasi dari Sudut Pandang Trader Pemula *gagal*

Tergelitik dari sebuah postingan salah satu blog yang mengajak kita untuk investasi. Kebetulan saya adalah seorang Trader Pemula *gagal* asli gagal karena bolak-balik rugi dan memutuskan untuk diam menjadi investor. Pasti sudah pada paham banget namanya investasi; yang jelas investasi itu memiliki time frame yang panjang dan mengharapkan keuntungan di masa depan melebihi dari nilai tingkat inflasi. Terus terang saya mengamati ada beberapa pola pikir yang salah dari beberapa orang, kebanyakan mereka melakukan investasi berdasarkan ikut-ikutan tanpa mengkajinya secara cermat. Padahal yang namanya investasi pastinya akan melibatkan dana yang tidak sedikit.
credit

Suatu ketika di tahun 2012 saat harga emas sedang tinggi-tingginya, saya sengaja melempar topik ini pada kelompok ibu-ibu seperti saya. Ternyata para ibu-ibu ini membeli emas di saat emas dunia berada di level tertinggi, kalau tidak salah saat itu emas sudah Rp65x.xxx,- Para ibu ini terkena euforia, bahwa harga emas tidak akan turun. 
"Tidak ada sesuatupun yang kekal naik, ada kenaikan pasti akan ada penurunan. Harga ketika mencapai puncaknya maka beberapa pemilik barang yg sudah membeli di harga termurah akan melakukan realisasi profit ---- finally harga akan turun menuju titik fair valuenya."
Ini adalah chart emas dunia selama 20 tahun


Ada tahun-tahun yang dianya sideways, bergerak pada kisaran tertentu selama hamoir 10 tahun, kemudian naik tinggi. Kenaikan harga ini tidak berlangsung terus menerus akan tetapi akan ada koreksi-koreksi aka penurunan harga. Kesetimbangan harga ini dipengaruhi oleh faktor kepercayaan investor itu sendiri.

Saya tidak akan menjelaskan hal yang rumit, tetapi hanya  menekankan, apabila berniat investasi, hendaklah bersikap bijak dari chart kita bisa melihat apabila kenaikan cukup lama dan tidak ada koreksi, maka tidak bijak untuk kita memutuskan beli, lebih baik menunggu harga yang lebih baik.

Bentuk Investasi

Saat mempertimbangkan bentuk investasi kenali dulu apa investasi yang diminati. Investasi ini kelak akan digunakan untuk apa? Lihat dengan seksama biaya-biaya yang timbul dari penjualan, Time frame yang kita inginkan.
Emas : ada potongan harga yang dianggap sebagai cost. Jadi apabila kita menjual emas uang yang kita terima akan berkurang s/d 12% dari harga emas yang berlaku saat anda menjual. Sifat emas likuid, bisa cepat dijual saat anda butuhkan, resiko harga emas anda turun dan anda mengalami kerugian
Properti : apabila anda tidak membeli secara KPR bukan hard cash, pertimbangkan akan suku bunga pinjaman. Jangan sampai nanti harga jual properti kita hanya cukup menutupi bunga KPR. Sifat tidak likuid, membutuhkan waktu lama untuk menjual di harga yang anda inginkan.
Saham : Likuid, bisa buy and sell kapan saja, cost of buy and sell dari saham  adalah 3%. Bila anda membeli saham perusahaan yang memiliki fundamental bagus (misal growth di asset, memiliki profit margin yang bertumbuh dan hutang yang tidak besar, deviden yang dll) selain anda akan mendapatkan capital gain juga akan mendapatkan deviden. Pembagian dividen ini bisa di cek di www.ksei.co.id. Sama halnya dengan emas resiko rugi juga ada, karena harga saham ini juga banyak dipengaruhi kebijakan pemerintah juga financial market dunia.
dan masih banyak lagi bentuk investasi lain seperti obligasi dll

Terus terang saya tidak tahu tentang properti, tetapi untuk emas dan saham apabila anda memutuskankan berinvestasi di sana maka hanya satu kata yang perlu diperhatikan "TIMING"  
Beli disaat harga dirasa sudah murah, walaupun mungkin nanti bisa lebih murah lagi. Misalnya kalau di saham ada yang membeli saham-saham yang berfundamental baik setelah terkoreksi 50% dari harga tertinggi dsb. Kunci investasi adalah SABAR dan ILMU 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...